Kobalt Elektrolitik Digadang Jadi Ceruk Baru Hilirisasi Nikel
Sabrina Mulia Rhamadanty
30 July 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengatakan salah satu strategi industri hilir nikel untuk mempertahankan eksistensinya adalah dengan mendorong pengembangan produk yang lebih hilir dalam bentuk kobalt elektrolitik (electrolytic cobalt).
Arif menambahkan kobalt elektrolitik saat ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperdalam struktur hilirisasi nikel, karena dapat mengolah mineral ikutan yang selama ini kerap terbuang menjadi limbah, sekaligus membuka peluang komplementer dengan industri hilirisasi bauksit yaitu aluminium nasional.
"Selama ini, unsur kobalt dalam bijih limonit kadar rendah seringkali dipandang sebagai produk sampingan atau bahkan mengendap menjadi ampas hasil olahan tailing [limbah],” ungkap Arif saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).
Jika Indonesia dapat mengolah nikel hingga menjadi kobalt elektrolitik melalui pemurnian elektrokimia (electrorefining), padahal, tingkat kemurniannya bisa mencapai lebih dari 99,8% dengan nilai tambah yang berlipat ganda.
Saat ini, dalam catatan FINI, komitmen hilirisasi nikel Indonesia masih didominasi oleh produk antara atau intermediate, seperti nickel pig iron (NPI) dan feronikel (FeNi) dari teknologi rotary kiln-electric furnace (RKEF), serta mixed hydroxide precipitate (MHP) dari teknologi high-pressure acid leach (HPAL).
































