Logo Bloomberg Technoz

Arini Kasmira dan Tantangan Memimpin ANTAM untuk Indonesia


Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira (kanan) saat berbicara dalam Intimate Dinner Women on The Move 2026 di Lombok.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira (kanan) saat berbicara dalam Intimate Dinner Women on The Move 2026 di Lombok.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepemimpinan perempuan semakin memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan di dunia bisnis dan industri. Perjalanan karier Direktur Keuangan PT ANTAM Persero Tbk Arini Kasmira menjadi salah satu gambaran bagaimana keberanian mengambil tantangan dapat membuka ruang untuk menciptakan dampak yang lebih luas.

Hal tersebut disampaikan Arini di rangkaian acara Women On The Move 2026 dalam sesi Intimate Dinner Women Leading Change and Creating Impact yang digelar Bloomberg Technoz di Sudamala Resort, Senggigi, Lombok, Sabtu (12/9/2026).

Sesi ini mempertemukan tiga perempuan dari latar belakang berbeda untuk membahas kepemimpinan, perubahan, pengambilan keputusan, serta dampak yang dapat diciptakan melalui peran profesional masing-masing.

Selain Arini, diskusi tersebut menghadirkan sastrawan, sosiolog, dan pendiri OM Institute Okky Madasari serta Direktur Supply Chain Beiersdorf Indonesia Dwi Mudriah.

Dalam diskusi tersebut, Arini menceritakan perjalanan kariernya yang bermula dari industri manufaktur sebelum mengambil tantangan baru di sektor pertambangan. Dia menghabiskan sekitar 15 tahun di industri semen sebelum pada 2021 mendapat tawaran untuk bergabung dengan sektor pertambangan.

Menurut Arini, keputusan berpindah industri bukan perkara sederhana. Sektor pertambangan memiliki karakter yang lebih kompleks, terutama karena aktivitas operasionalnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan tantangan lapangan yang berbeda.

“Kenapa waktu itu ditanya mau pindah ke mining sesama BUMN? Tapi mining lebih strict lagi, lebih keras lagi, karena site-nya seluruh Indonesia,” kata Arini.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira saat berbicara dalam Intimate Dinner Women on The Move 2026 di Lombok, Sabtu (12/9/2026).

Namun, keputusan tersebut akhirnya diambil setelah Arini mendapat perspektif mengenai besarnya peran sektor pertambangan terhadap perekonomian dan pembangunan nasional.

Dia mengungkapkan, salah satu pesan dari atasannya saat itu adalah agar dirinya tidak hanya melihat perpindahan tersebut sebagai perubahan karier, tetapi sebagai kesempatan untuk memperluas kontribusi bagi negara.

“Mimpinya creating impact, lasting impact for the country,” ujar Arini.

Arini melihat sektor pertambangan memiliki posisi strategis karena mengelola sumber daya alam yang menjadi salah satu aset penting Indonesia. Karena itu, dia memilih menerima tantangan tersebut meski menyadari sektor pertambangan memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda dengan industri manufaktur.

“Kalau memang mau fight untuk negara, ya come to the bigger pool. Tapi it's so so so deep, it's so so challenging, saya gak bisa berenang,” tuturnya.

Keputusan untuk berpindah ke sektor pertambangan juga membutuhkan proses diskusi dengan keluarga. Arini mengaku saat itu suaminya belum sepenuhnya menyetujui keputusan tersebut.

“Waktu itu memang jujur suami belum 100% setuju. Tapi ya pelan-pelan kita diskusikan, sempat satu-dua bulan gitu ya, kita pause di sana, tapi ya Bismillah,” katanya.

Bagi Arini, menerima tantangan baru membutuhkan keberanian sekaligus kesiapan untuk menjalani proses. Dia memilih untuk tidak menunggu seluruh perjalanan terlihat jelas sebelum mengambil langkah pertama.

Menurutnya, seseorang tidak selalu mengetahui secara pasti bagaimana sebuah perjalanan akan berakhir. Namun, selama amanah diterima dengan niat yang baik, jalan untuk menghadapi tantangan akan terbuka secara bertahap.

“Changes-nya, kesempatannya, diterima dulu amanahnya, diluruskan dulu niatnya,” ujar Arini.

Dia mengibaratkan perjalanan tersebut seperti berkendara pada malam hari. Pengemudi tidak dapat melihat seluruh jalan di depan, tetapi lampu kendaraan akan menerangi jarak tertentu sehingga perjalanan dapat terus dilanjutkan.

“Kalau nyetir kan lampunya kelihatan, pelan-pelan nanti ada pertolongan, ada lampu jalan, ada segala macam, jadi pasti pertolongannya akan datang,” kata Arini.

Arini juga menilai pengalaman menghadapi tekanan dan ketidakpastian dapat menjadi modal penting bagi seorang pemimpin. Tantangan, menurut dia, tidak selalu harus dihindari karena dapat menjadi ruang untuk membangun kapasitas dan memperkuat ketahanan dalam mengambil keputusan.

“What doesn't kill you, teman-teman semua, kakak-kakak semua, what doesn't kill you insyaallah make you stronger, atau at least doesn't kill you,” ujarnya.

Melalui sesi Women Leading Change and Creating Impact, Bloomberg Technoz mengangkat perspektif mengenai kepemimpinan perempuan yang tidak semata diukur dari posisi atau pencapaian profesional. Kepemimpinan juga berkaitan dengan keberanian mengambil keputusan, menghadapi perubahan, serta memastikan peran yang dijalankan menghasilkan dampak yang lebih luas.

Perjalanan Arini dari industri manufaktur menuju pertambangan menunjukkan bagaimana perubahan karier dapat menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan ketika dibarengi keberanian menerima amanah dan orientasi pada kontribusi. Bagi dia, tidak semua jalan harus terlihat sejak awal untuk bisa mulai melangkah.