Logo Bloomberg Technoz

Riuh Proyek Aluminium RI, Serapan Batu Bara Bisa Naik 40 Juta Ton

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 September 2026 08:00

Tumpukan bijih besi, kokas, dan bahan tambahan untuk produksi besi di dekat konveyor di tempat pencampuran./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Tumpukan bijih besi, kokas, dan bahan tambahan untuk produksi besi di dekat konveyor di tempat pencampuran./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah pakar industri mineral dan batu bara (minerba) memprediksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru dengan kapasitas total 8 gigawatt (GW) untuk industri aluminium bakal menyerap sekitar 35—40 juta ton batu bara setiap tahunnya.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo memprediksi PLTU batu bara yang digunakan proyek-proyek smelter aluminium bakal menyerap batu bara kualitas menengah-rendah dengan nilai kalori 4.200 kcal/kg.

Dengan prediksi terdapat 8 GW PLTU captive baru, maka batu bara yang dibutuhkan oleh seluruh PLTU tersebut bakal mencapai sekitar 3,5 juta ton per bulan atau setara 40 juta ton per tahun.


“Dengan asumsi menggunakan kalori 4.200 kcal/kg, maka 8 GW membutuhkan sekitar 40-an juta per tahun atau sekitar 3.5 juta per bulan jika telah beroperasi penuh,” kata Singgih ketika dihubungi, Sabtu (12/9/2026).

Daftar Proyek Aluminium yang Ramaikan Tren Hilirisasi Bauksit RI (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli menilai industri aluminium merupakan sektor yang membutuhkan energi cukup besar dan stabil.