Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Feronikel hingga Ingot Timah Ikut Tertahan Pemeriksaan LTJ

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 July 2026 11:00

Ingot timah dibiarkan mengeras di dalam cetakannya di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian
Ingot timah dibiarkan mengeras di dalam cetakannya di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mencatat hambatan ekspor gegara pemeriksaan unsur logam tanah karang (LTJ) dan unsur radioaktif turut menyasar produk logam lainnya, tak hanya nickel pig iron (NPI) dan alumina.

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Harto menyatakan pemeriksaan tambahan tersebut turut dikakukan terhadap; feronikel (FeNi), timah batangan atau tin ingot, ferrochrome, ferromanganese steel, zinc ingot, zinc oxide, pig iron, konsentrat pasir silika, hingga kaolin.

Sudirman menilai pemeriksaan tambahan tersebut membuat arus ekspor berbagai produk olahan mineral tertahan, meski LTJ yang terkandung dalam komoditas tersebut hanya berupa mineral ikutan atau byproduct dan bukan komoditas utama.


“Kebijakan tersebut mengganggu arus pasokan dari salah satu produsen komoditas utama dunia tersebut. Produk olahan mineral tersebut antara lain FeNi, ferochrome, NPI, zinc ingot, zinc oxide, dan ferromanganese steel. Selain itu, tin ingot, pig iron, konsentrat pasir silika, dan kaolin,” kata Sudirman sewaktu dihubungi, Rabu (29/7/2026).

Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi./Bloomberg-Dimas Ardian

Mineral Ikutan