Logo Bloomberg Technoz

Perusahaan tetap bersikeras bahwa talk tidak menyebabkan kanker dan bahwa bedak bayinya tidak pernah mengandung asbes—klaim utama yang menjadi dasar ribuan gugatan terhadap perusahaan. J&J menghadapi sekitar 76.000 gugatan, meski para analis tahun lalu memperkirakan jumlah tersebut dapat membengkak menjadi lebih dari 90.000 kasus.

"Kesepakatan ini memberikan kepastian akhir bagi saga panjang tersebut," kata spesialis sektor kesehatan Mizuho, Jared Holz, mengenai penyelesaian itu.

Pada Juni, J&J mengatakan telah menyisihkan US$11 miliar untuk menyelesaikan berbagai persoalan hukum terkait kasus tersebut. Menurut analis Bloomberg Intelligence Holly Froum dalam laporannya pekan lalu, kecil kemungkinan pengadilan akan menolak gugatan-gugatan itu, dan perusahaan berpotensi menghadapi biaya penyelesaian antara US$10 miliar hingga US$12 miliar jika jumlah gugatan mencapai 93.000 perkara.

Pada Oktober tahun lalu, juri di California memerintahkan J&J membayar US$966 juta kepada keluarga seorang perempuan yang telah meninggal dunia, yang menyalahkan penggunaan bedak bayi J&J sepanjang hidupnya sebagai penyebab kanker yang dideritanya. Putusan tersebut menjadi nilai ganti rugi terbesar bagi satu penggugat sepanjang rangkaian litigasi ini.

"Meskipun kami yakin perusahaan pada akhirnya akan memenangkan perkara ini jika proses litigasi terus berlanjut, sebagaimana yang telah terjadi pada sebagian besar kasus yang telah disidangkan hingga saat ini, penyelesaian ini memungkinkan perusahaan menutup persoalan tersebut dan tetap fokus pada misinya mengembangkan obat-obatan serta perangkat medis yang menyelamatkan nyawa," kata Wakil Presiden Litigasi J&J, Erik Haas, dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs web perusahaan.

Saham Johnson & Johnson (J&J) naik 1,1% dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours trading) di New York.

(bbn)

No more pages