Logo Bloomberg Technoz

6 Dokter Meninggal, Guru Besar FKUI Desak Kemenkes Tanggung Jawab

Dinda Decembria
28 July 2026 13:30

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam. (Bloomberg Technoz/Merinda)
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam. (Bloomberg Technoz/Merinda)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengambil langkah konkret menyusul banyaknya  kasus kematian peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI). 

Menurutnya, rentetan kematian dokter muda dalam beberapa bulan terakhir menjadi alarm serius yang tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden terpisah.

Dalam pernyataannya, Ari menyoroti meninggalnya dua dokter internship dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, yakni dr. M. Zulfikar Drakel yang ditemukan meninggal di tempat kosnya di Lampung pada 21 Juli 2026 dan dr. Siti Zahra Maghfira meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari sebuah apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan, pada 26 Juli 2026.


Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya empat dokter muda lainnya telah meninggal dunia, yakni dr. Kartika Ayu Permatasari di Rembang pada Februari 2026, dr. Edgar Bezaliel Hartanto di Denpasar pada Maret 2026, dr. Andito Mohammad Wibisono di Cianjur pada Maret 2026, serta dr. Myta Aprilia Azmy di Kuala Tungkal, Jambi, pada Mei 2026.

Menurut Ari, enam kematian dokter muda dalam lima bulan pada satu program pemerintah merupakan kegagalan sistem yang harus dipertanggungjawabkan.