Dilema Suku Bunga The Fed di Tengah Konflik Timur Tengah
News
27 July 2026 09:50

Jonnelle Marte dan Maria Eloisa Capurro - Bloomberg News
Bloomberg, Para pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) bersiap memasuki rapat kebijakan pekan ini dengan dibayang-bayangi kembalinya tekanan inflasi. Kondisi ini membuat keputusan apakah akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga menjadi pilihan yang sangat sulit dan memicu perdebatan.
Ketegangan yang kembali memuncak di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia. Situasi ini mengaburkan rilis data indeks harga konsumen (IHK) Juni yang sebenarnya lebih melandai dari perkiraan dan sempat memberikan ruang bagi para pejabat untuk mempertahankan suku bunga. Ditambah dengan lonjakan permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) serta pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Donald Trump, para pengamat The Fed melihat adanya potensi perbedaan pendapat pada rapat 28-29 Juli jika kebijakan suku bunga kembali dipertahankan.
Dalam beberapa hari terakhir, para investor juga meningkatkan taruhan mereka bahwa bank sentral bisa saja menaikkan suku bunga pada rapat pekan ini, di mana peluangnya sempat mendekati 40% pada pekan lalu.
“Situasi konflik di Timur Tengah jelas makin memanas dan risiko kenaikan harga minyak yang signifikan dari level saat ini kian meningkat,” ujar Alex Payne, manajer portofolio senior di Vanguard. “Pasar sedang menyesuaikan diri dengan risiko inflasi yang berpotensi sedikit lebih persisten akibat sejumlah isu geopolitik ini.”
































