Adapun, terkait peta penanganan perkara, Febri membeberkan bahwa terdapat beberapa Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun Kejaksaan Agung.
"Dari sprindik yang diterbitkan oleh Polri, ada tiga sprindik umum dan satu penetapan tersangka terkait PT ASABRI. Nah, dari Kejaksaan juga ada tiga sprindik umum," paparnya.
Ia menambahkan, rangkaian pemeriksaan hari ini juga berkaitan dengan status penetapan tersangka baru atas indikasi pencucian uang.
"Hari ini ada penetapan sebagai tersangka untuk indikasi TPPU. Ini yang kami ketahui dari proses pemeriksaan. Kalau untuk informasi resmi Kejaksaan Agung, tentu saja yang lebih tepat menjelaskan adalah teman-teman di Kejaksaan," tutup Febri.
Berikut adalah rincian 17 saham/emiten yang disita dan dikuasai oleh Kejaksaan Agung (Jampidsus yang sebelumnya dipimpin oleh Febrie Adriansyah) terkait dengan penanganan perkara pidana korupsi besar (seperti kasus Jiwasraya dan Asabri):
- PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) – Kejaksaan Agung menggenggam porsi kepemilikan saham terbesar di emiten produsen kertas ini, yaitu sebanyak 6.537.394.329 lembar saham atau setara 75,25% dari total saham perseroan.
- PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) – Kepemilikan signifikan berikutnya berada pada emiten pertambangan dan energi ini, dengan porsi sebanyak 53.402.869.905 lembar saham atau setara 47,14% dari total saham beredar.
- PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) – Kejagung menguasai sebanyak 2.927.061.900 lembar saham atau sekitar 38,01% pada emiten yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan ini.
- PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) – Pada emiten jasa keuangan dan investasi ini, porsi saham sitaan yang dipegang Kejagung mencapai 625.918.824 lembar saham atau setara 26,73%.
- PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) – Kejagung mencatatkan kepemilikan sebanyak 5.479.895.094 lembar saham atau sebesar 24,67% pada emiten penyedia jasa perhotelan ini.
- PT Hanson International Tbk (MYRX / MYRXP) – Berasal dari barang bukti perkara Benny Tjokrosaputro, Kejagung menyita dan memegang sekitar 22,92% saham biasa (MYRX) serta saham preferen (MYRXP) dari emiten properti ini.
- PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) – Emiten yang bergerak di bidang energi terbarukan dan manufaktur panel surya ini memiliki 413.516.733 lembar saham atau sekitar 20,34% yang disita Kejaksaan.
- PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) – Pada emiten properti dan real estat ini, kepemilikan saham sitaan Kejaksaan Agung tercatat sebanyak 8.194.842.171 lembar saham atau sekitar 18,18%.
- PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) – Kejagung menggenggam sebanyak 2.554.310.600 lembar saham atau setara dengan 16,62% porsi kepemilikan pada emiten properti dan jasa konstruksi ini.
- PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) – Kejaksaan menyimpan sebanyak 53.344.500 lembar saham atau setara dengan 12,05% kepemilikan pada emiten produsen kemasan ini.
- PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) – Porsi saham sitaan pada emiten yang berfokus di bidang penangkapan dan perdagangan ikan arwana ini tercatat sebesar 3.306.907.460 lembar saham atau sekitar 9,84%.
- PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) – Pada emiten pengembang perumahan dan real estat ini, porsi kepemilikan saham sitaan Kejagung mencapai sekitar 5,85%.
- PT Indofarma Tbk (INAF) – Emiten BUMN sektor farmasi ini masuk ke dalam daftar saham yang terdampak penyitaan aset serta pengawasan kasus hukum oleh Kejagung.
- PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) – Kejagung memegang kepemilikan saham sitaan pada emiten yang bergerak di bidang kontraktor bangunan gedung ini.
- PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI) – Saham pada emiten perdagangan dan investasi ini tercatat berada di dalam penguasaan sitaan Kejaksaan.
- PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) – Emiten yang bergerak di sektor teknologi dan telekomunikasi ini juga memiliki porsi kepemilikan saham yang berstatus aset disita oleh Kejaksaan Agung.
-
PT Andira Agro Tbk (ANDI) – Kejagung mencatatkan porsi kepemilikan saham sitaan sebesar 567.409.200 lembar saham atau sekitar 6,07% pada emiten perkebunan kelapa sawit ini.

























