Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Google Pixel Fold hadir awal pada pertengahan 2023 dan terus mengalami pembaruan hingga tahun lalu. Pada seri Pixel 10 Pro Fold dengan banderol harga saat perilisan US$1.799, Google menawarkan sudut-sudut membulat pada ponsel sehingga membuatnya lebih nyaman digenggam.

Ponsel lipat bergaya seperti buku ini punya bezel layar luar yang lebih tipis, yang memungkinkan layar berukuran 6,4 inch (naik dari 6,3 inch pada model sebelumnya yaitu Pixel 9 Pro Fold). Pada 10 Pro Fold juga menjadi titik awal Google menghadirkan pengisian daya nirkabel magnetik melalui standar Qi2.

Urusan daya tahun, perangkat ini sudah mendapatkan sertifikasi IP68 terhadap debu dan air, menjadikannya smartphone lipat pertama yang benar-benar tahan debu di Amerika Serikat. Dalam ulasan yang dilaporkan Bloomberg News, perangkat ini lebih mudah dibuka karena memiliki area permukaan yang lebih luas untuk digenggam.

Bocoran Huawei Pura X Max. dok: Weibo

Huawei untuk diketahui telah mengusung pendekatan serupa melalui Pura X Max, dengan desain lipat horizontal yang lebih lebar.  Bobot Pura X Max tercatat 229 gram dengan ketebalan 5,2 milimeter saat dibuka, dikutip dari Gizmochina. Jika membandingkannya dengan Galaxy Z Fold 8, maka Pura X Max lebih berat, namun menawarkan perlindungan IP59 terhadap air dan debu, lebih tinggi dari IP48 yang dimiliki Samsung.

Urusan desain, Galaxy Z Fold 8 lebih unggul karena lebih ringan dan ringkas. Dalam pengujian singkat Fold 8 paling nyaman digunakan dengan satu tangan. Sebaliknya, Huawei mengandalkan bodi yang lebih besar dengan konstruksi engsel yang dirancang untuk meningkatkan durabilitas.

Persaingan ketiga perangkat menunjukkan arah baru pasar ponsel lipat premium. Setelah beberapa tahun berlomba menghadirkan perangkat yang semakin tipis, produsen kini mulai mengadopsi desain layar luar yang lebih lebar agar pengalaman penggunaan saat perangkat tertutup mendekati smartphone konvensional.

Dengan Galaxy Z Fold 8, Samsung juga ikut memasuki tren tersebut. Selain mengandalkan desain baru, perusahaan menyematkan Galaxy AI, chipset terbaru Qualcomm, serta baterai silicon-carbon untuk memperkuat daya saingnya menghadapi Google dan Huawei di segmen ponsel lipat premium.

(fik/wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone