Logo Bloomberg Technoz

Pekan lalu, Moonshot merilis Kimi K3, sebuah model open-weight yang lebih canggih. Startupasal China ini mengeklaim mengungguli semua pesaingnya kecuali Claude Fable 5 milik Anthropic dan GPT-5.6 milik OpenAI dalam hal kemampuan secara keseluruhan.

Pengumuman tersebut mengguncang pasar dan membalikkan asumsi yang telah lama dipegang mengenai sejauh mana keunggulan AS atas China dalam perlombaan AI global.

Brockman mengatakan ia telah melihat perkiraan yang menunjukkan bahwa China mungkin hanya tertinggal empat bulan dari AS dalam pengembangan model. Para pakar AI lainnya bahkan berpendapat selisihnya mungkin lebih kecil lagi.

Pertaruhan Moonshot, Perusahaan AI Sensasional asal Tiongkok, pada Model Besar Membuahkan Hasil (Dok. Bloomberg)

Maraknya banyak model AI asal China yang lebih terjangkau serta semakin sempitnya kesenjangan kemampuan menimbulkan ketidakpastian baru bagi model bisnis OpenAI dan Anthropic. Kedua perusahaan tersebut sedang berupaya meningkatkan pendapatan dari pelanggan menjelang debut mereka di pasar modal.

Brockman menekankan bahwa OpenAI tetap memiliki “keunggulan mayor” dibandingkan para rival berkat investasi awalnya dalam sumber daya komputasi dan penelitian AI selama bertahun-tahun. “Selama bertahun-tahun, kami fokus melakukan banyak penelitian tentang bagaimana membangun model yang efisien untuk mencapai suatu tujuan,” katanya.

Ia juga mengatakan ada “kesalahpahaman” bahwa model open-weight seperti Kimi gratis. “Model-model ini tetaplah model besar yang membutuhkan banyak daya komputasi, dan daya komputasi itu mahal,” ujarnya.

“Persaingan sebenarnya akan berkisar pada, ‘Bagaimana cara membangun model yang paling efisien dan cerdas yang memberikan performa terbaik dalam hal harga per tugas?’”

Sejalan dengan meningkatnya kualitas model-model China, beberapa pihak berspekulasi bahwa pemerintahan Trump mungkin akan mengambil langkah untuk melarang akses ke model-model tersebut. 

Pada sebuah pernyataan, OpenAI mengatakan bahwa model terbuka penting untuk “mendemokratisasi akses ke AI” dan menambahkan bahwa “kemajuan dalam model open-weight China bukanlah argumen yang menentang keterbukaan.”

Brockman, yang sebelumnya pernah memberikan sumbangan kepada komite aksi politik super Presiden Donald Trump, menolak untuk ikut campur dalam perdebatan tersebut. 

Meski demikian, secara umum, China menekankan bahwa penting bagi “Amerika untuk terus memimpin” di sektor AI, dan menyatakan optimismenya bahwa hal itu akan terwujud.

“Anda akan terus melihat model-model yang sangat, sangat istimewa terus bermunculan dari laboratorium-laboratorium terpandang,” pungkas dia.

(red)

No more pages