Logo Bloomberg Technoz

"Kalau untuk 3,5 GHz, waktunya masih kita pikirkan sambil menunggu kajian lengkapnya, khususnya yang terkait dengan peruntukan band tersebut dan pemanfaatannya," ujarnya.

Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menjelaskan kajian terhadap pita frekuensi 3,5 GHz diperlukan karena spektrum tersebut masih digunakan secara bersama dengan layanan satelit.

"Untuk yang 3,5 [GHz] memang butuh kajian karena ini terkait dengan penggunaan spectrum sharing bersama dengan satelit," kata Ismail.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan koeksistensi antara layanan seluler dan satelit sebelum pita frekuensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk jaringan bergerak.

"Untuk yang 3,5 [GHz] sedang didalami secara teknis untuk menjamin terjadinya koeksistensi layanan mobile dengan satelit," ujarnya.

Ismail menambahkan bahwa kajian tersebut juga akan mempertimbangkan kebutuhan spektrum nasional pada masa mendatang, baik untuk masyarakat maupun kepentingan nasional.

"Pemanfaatannya akan amat melihat kebutuhan frekuensi seperti apa yang dibutuhkan ke depan, baik bagi masyarakat maupun kepentingan nasional sebagai negara. Konektivitas apa yang memang diperlukan ke depan," kata Ismail.

Sebelumnya, perusahaan analisis jaringan seluler, OpenSignal, menilai bahwa Indonesia perlu segera menyiapkan pita frekuensi 3,5 GHz untuk mempercepat pengembangan layanan 5G.

Dalam analisisnya, OpenSignal menyebut pita 3,5 GHz merupakan sweet spot bagi 5G karena mampu memberikan keseimbangan antara cakupan jaringan dan kapasitas layanan.

OpenSignal juga mencatat Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di Asia Pasifik karena belum dapat memanfaatkan pita 3,5 GHz yang di banyak negara telah menjadi fondasi utama layanan 5G.

Saat ini, lanjut perusahaan, pita frekuensi itu di Indonesia masih ditempati layanan satelit sehingga belum dapat dialokasikan untuk operator seluler.

Sementara itu, Komdigi baru saja menyelesaikan lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Pemerintah berharap tambahan spektrum tersebut dapat memperluas cakupan layanan 4G dan mempercepat pembangunan jaringan 5G dengan target mencapai cakupan 51% populasi nasional dalam lima tahun serta kecepatan mobile broadband hingga 100 Mbps pada 2029.

(fik/wep)

No more pages