RI Diminta Lepas Spektrum Frekuensi 3,5 GHz Demi Optimalisasi 5G
Muhammad Fikri
21 July 2026 16:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - OpenSignal menilai Indonesia perlu segera melepas pita frekuensi 3,5 gigahertz (GHz) untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G di Tanah Air. Menurut perusahaan analitik jaringan seluler tersebut, spektrum 3,5 GHz merupakan pita frekuensi utama yang digunakan mayoritas negara di Asia Pasifik untuk menghadirkan layanan 5G dengan cakupan dan kapasitas yang seimbang.
Dalam analisis Indonesia's Spectrum Auction: A Much-Needed Shot in the Arm for 5G yang dikutip Selasa (21/7/2026), OpenSignal menyebut keterbatasan spektrum menjadi salah satu penyebab utama pengembangan 5G di Indonesia berjalan lebih lambat dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Saat ini, jaringan 5G di Indonesia masih mengandalkan pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz yang juga digunakan untuk layanan 4G. Akibatnya, sebagian besar kapasitas kedua spektrum tersebut masih terserap untuk jaringan generasi keempat sehingga ruang bagi layanan 5G menjadi terbatas.
Data OpenSignal menunjukkan sekitar 82% penggunaan pita 2,3 GHz di Indonesia masih digunakan untuk layanan 4G, sementara pada pita 2,1 GHz porsinya mencapai 96%. Kondisi tersebut berbeda dengan banyak negara Asia Pasifik yang telah mengoperasikan jaringan 5G pada pita 3,5 GHz.
OpenSignal menyebut pita 3,5 GHz sebagai sweet spot untuk implementasi 5G karena mampu menghadirkan keseimbangan antara jangkauan sinyal dan kapasitas jaringan. Negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Kamboja, dan Taiwan telah menjadikan spektrum tersebut sebagai fondasi layanan 5G mereka.





























