Purbaya Sebut Ekonomi RI Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Redaksi
20 July 2026 19:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I Tahun 2026 stabil di tengah tingginya ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat KSSK bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada (20/7/2026).
"Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus kami perkuat melalui koordinasi di dalam KSSK," kata Purbaya, dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Purbaya menyebut, dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan menjadi shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menopang pertumbuhan.
Purbaya juga mengungkapkan kondisi APBN hingga Semester I-2026. Ia menyebut bahwa pendapatan negara yang tumbuh 21,4 % (year on year/ yoy) dan belanja negara yang meningkat 17,8 yoy. Sementara itu, Keseimbangan primer mencatat surplus, dan defisit APBN diproyeksikan mencapai 2,85% terhadap PDB pada akhir tahun.
Dalam upaya penguatan ketahanan ekonomi, Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai kebijakan fiskal, antara lain melalui penempatan uang negara pada bank umum sesuai kondisi likuiditas pasar, penguatan fungsi APBN dalam menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, serta pemberian paket stimulus untuk mendukung keberlanjutan dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

































