Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan yang terjadi pada tenor acuan dan sebagian tenor panjang mengindikasikan pelaku pasar masih berhati-hati dan belum sepenuhnya mengambil posisi menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan depan. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist dari Mega Capital Sekuritas, memperkirakan yield SUN 10 tahun bergerak konsolidatif di rentang 7,2% hingga 7,25% pada perdagangan hari ini. 

Di sisi lain, dia menilai ruang penguatan obligasi RI berdenominasi dolar AS (INDON) diperkirakan mulai terbatas. Hal ini terjadi seiring pergerakan US Treasury  AS yang kembali datar. Lionel memprediksi momentum relief rebound di pasar INDON berpotensi mereda pada perdagangan hari ini. 

Yield UST tenor 10 tahun tercatat nyaris tidak berubah di kisaran 4,55%, sehingga belum memberi katalis baru bagi penguatan obligasi di pasar emerging markets, termasuk Indonesia. 

Dengan minimnya sentimen baru, perhatian investor kini akan tertuju pada sinyal kebijakan Bank Indonesia yang akan jadi penentu arah pasar obligasi domestik, sekaligus pergerakan yield dalam beberapa pekan mendatang. 

Untuk diketahui, BI akan kembali menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 22 Juli mendatang. Sejumlah ekonom dan analis memperkirakan BI akan meneruskan siklus pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 6% sebagai upaya stabilisasi nilai tukar rupiah agar tetap bergerak di rentang Rp17.100-Rp18.000/US$. 

(dsp/aji)

No more pages