Logo Bloomberg Technoz

"Anak-anak Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya kami melaporkan sebagian anak-anaknya sudah dikirim untuk sekolah di Cepu di kampus Akademi Migas [PEM Akamigas Cepu] milik ESDM, milik Pemerintah Indonesia dan keluaran mereka akan semuanya kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela," jelas Bahlil.

Mekanisme perekrutan tenaga kerja di proyek Abadi Masela akan mengutamakan masyarakat yang berada di wilayah Maluku, khususnya daerah yang masuk kategori tier 1 dan tier 2. 

Setelah kebutuhan tenaga kerja lokal terpenuhi, perusahaan baru akan membuka peluang bagi pekerja dari wilayah lain di Indonesia maupun luar negeri. 

"Nanti Pak Ueda sama teman-teman Petronas dan Pertamina, lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari tier 1 sama tier 2. Kalau sudah habis baru kita ambil saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri," imbuhnya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku hari ini, Kamis (16/7/2026).

Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu investasi terbesar sektor energi dalam sejarah Indonesia, tetapi sempat mandek selama hampir 28 tahun sejak pertama kali diinisiasi pada 1998.

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, sebagaimana dilansir oleh Sekretariat Negara, proyek ini diperkirakan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar US$137,7 miliar—atau setara Rp2.479 triliun asumsi kurs saat ini — hingga 2055.

Tidak hanya itu, proyek ini dinilai akan mendukung adanya peningkatan pendapatan negara dan daerah, penciptaan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung pada masa konstruksi, serta memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, khususnya di Provinsi Maluku.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026), mengatakan groundbreaking ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Untuk diketahui, proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh perusahaan minyak dan gas (migas) asal Jepang, INPEX Corporation melalui anak usahanya INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar. 

Proyek ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari (bph) untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

(smr/ros)

No more pages