Sementara, kontribusi dari sektor perkebunan dan kehutanan mencapai Rp54.4 triliun yang disumbang dari komoditas kelapa sawit sebesar Rp29,5 triliun dan kayu log sebesar Rp16,3 triliun
Komoditas minyak dan gas bumi berkontribusi terhadap hilirisasi sebesar Rp35,4 triliun kemudian sektor perikanan dan kelautan 3,8 triliun.
“Jadi di mana nanti kita juga mendorong di segi bidang perkebunan dan kehutanan dan juga hilirisasi dari minyak dan gas bumi, termasuk perikanan dan kelautan,” tambahnya.
Apabila dilihat dari lokasinya, investasi hilirisasi yang berasal dari luar jawa tercatat lebih besar yakni sebesar 75,7% atau senilai Rp227,3 triliun.
Sulawesi Tenggara menjadi kontributor investasi hilirisasi tertinggi sebesar Rp56,1 triliun disusul Maluku Utara dengan kontribusi sebesar Rp53,9 triliun. Sementara peringkat ketiga ditempati Jawa Barat dengan menyumbang investasi sebesar Rp25,8 triliun.
(ell)






























