Bloomberg Technoz telah menghubungi Direktur Utama INDY Azis Armand dan Head of Corporate Communications INDY Ricky Fernando terkait dengan rencana divestasi tersebut. Hanya saja, permohonan konfirmasi belum ditanggapi sampai berita tayang.
Selain memproduksi batu bara, Indika Energy juga memiliki bisnis di sektor mineral, minyak dan gas, logistik dan infrastruktur, energi terbarukan, serta usaha digital, berdasarkan informasi di situs web perusahaan.
Saham Indika Energy telah melonjak hampir 70% dalam 12 bulan terakhir, sehingga nilai kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar Rp11,7 triliun (US$646 juta).
(red)
No more pages






























