Logo Bloomberg Technoz

Ia mengeklaim bahwa peningkatan investasi tersebut terjadi berkat komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan para investor. Menurut Rosan, investor memaham adanya risiko yang mungkin terjadi dalam berinvestasi.

“Tetapi selama risiko itu adalah risiko yang mereka bilang itu terukur atau calculated risk, mereka bisa build in pada saat mereka investasi, risiko itu mereka masukkan, oh kemudian yield-nya atau keuntungan investasi yang mereka harapkan itu berapa besar,” sebutnya.

Rosan juga menyebut bahwa investor memandang Indonesia relatif lebih stabil apabila dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Malaysia.

“[Stabil dari segi] pertumbuhan ekonomi, stabil juga dari segi politik dan sosialnya,” kata Rosan.

Apalagi menurutnya, investasi berbentuk Foreign Direct Investment bersifat jangka panjang, sehingga investor juga ingin memastikan bahwa stabilitas perekonomian dapat terjadi selama mungkin. 

Kedua, Rosan menyebut bahwa investor melihat Indonesia memiliki tingkat pengembalian yang dapat diterima oleh investor asing dengan tingkat Internal Rate of Return (IRR) yang sesuai dengan harapan investor.

Ketiga Rosan menyebut bahwa investor mengetahui jika Indonesia memiliki upaya untuk meningkatkan iklim investasinya dengan beberapa hal yang dilakukan pemerintah.

Rosan menyontohkan pada bulan Oktober yang lalu, dikeluakan  Peraturan Pemerintah Nomor 28 yang mereduksi ketidakpastian bagi para investor terutama terkait dari segi perizinan.

“Dan itu sangat diapresiasi oleh para asosiasi di luar negeri dan di dalam negeri,” kata Rosan.

(ell)

No more pages