Untuk itu, dia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat untuk mempercepat pembangunan lapangan kaya gas tersebut.
Dia juga mengapresiasi Inpex Masela Ltd. yang telah menegaskan komitmennya mengembangkan blok tersebut.
“Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan Indonesia membuka peluang untuk seluruh mitra dari berbagai negara untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan blok migas di Tanah Air.
Dia menegaskan investor asing yang bermitra dengan Indonesia dalam pengelolaan blok migas harus mendapatkan keuntungan dan tak boleh merugi.
Begitu juga bagi Indonesia, dia menegaskan Indonesia harus tetap meraih keuntungan.
“Para investor harus untung, sekali lagi sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan kita yang malu kalau mitra kita tidak puas kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia,” tegasnya.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari proyek Abadi Masela akan dialokasikan sebesar 60% untuk kebutuhan dalam negeri.
Setelah dilakukan groundbreaking pada hari ini, Kamis (16/7/2026), operator Lapangan Abadi di Blok Masela akan melanjutkan pengerjaan 11 sumur pengembangan dan 4 sumur lanjutan, serta berbagai fasilitas lain termasuk pelabuhan dan dermaga.
“EPC [engineering, procurement, and construction]-nya ini langsung berjalan dan investasinya ini kurang lebih sekitar US$20,95 miliar, atau US$21 miliar. Ini setara dengan hampir Rp390 triliun,” ujarnya di acara groundbreaking di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku tersebut.
Menurut Bahlil, Lapangan Abadi Masela akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan 150 MMSCFD, serta 35.000 barel kondensat per hari untuk mengerek peningkatan produksi siap jual (lifting) migas nasional.
“Ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan, 60% minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40% maksimal untuk ekspor. Sebagian kita akan memakai untuk hilirisasi PT Pupuk Indonesia,” lanjutnya.
Bahlil menyebut nantinya PT Pupuk Indonesia akan membangun industri hilir di areal yang berdekatan dengan proyek LNG Abadi Masela.
Selain ke PT Pupuk Indonesia, kata Bahlil, gas alam dari megaproyek besutan Inpex Corp. tersebut akan disalurkan juga untuk kebutuhan pembangkit PT PLN (Persero) serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN.
Adapun, investasi proyek LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar tersebut sudah termasuk komponen tambahan US$1 miliar untuk teknologi tangkap dan simpan karbon atau carbon capture and storage (CCS).
Sekadar catatan, militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Iran pada hari Rabu (15/7/2026).
Aksi ini dilakukan setelah Donald Trump berjanji akan terus mengintensifkan serangan, sampai pihak Teheran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan sepakat untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.
Serangan ini menandai hari kelima berturut-turut dari aksi agresif militer AS terhadap Iran. Pada Selasa malam sebelumnya, pasukan AS juga sempat menghantam beberapa target militer. Aksi tersebut langsung memicu serangan balasan dari Teheran yang menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Arab Teluk, termasuk Kuwait dan Bahrain.
Kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang ditandatangani sekitar sebulan lalu kini terancam kolaps sepenuhnya dalam sepekan terakhir.
Kedua belah pihak terus berseteru memperebutkan kendali atas selat strategis tersebut, yang menjadi jalur utama bagi Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara lainnya dalam mengirimkan sebagian besar ekspor energi mereka.
Dampaknya, harga minyak dunia melonjak untuk hari ketiga pada hari Rabu, di mana jenis Brent melesat di atas US$85 per barel dan mengakumulasi kenaikan sebesar 13% pada pekan ini.
(azr/wdh)






























