Perusahaan paling berharga di Asia ini dianggap sebagai barometer pembangunan infrastruktur AI global oleh perusahaan-perusahaan seperti Meta Platforms Inc., yang diperkirakan akan melampaui US$725 miliar pada tahun ini saja. Namun, para investor kini dihadapkan pada valuasi saham yang sangat tinggi, serta pertanyaan apakah Meta dan para pesaingnya sedang membangun kapasitas komputasi yang melebihi kebutuhan mereka di masa depan.
Banyak pemimpin industri, termasuk TSMC, berpendapat sebaliknya. Chief Executive Officer C.C. Wei memperingatkan pada bulan Juni bahwa perusahaannya tidak akan mampu memenuhi permintaan yang didorong oleh pelanggan Amerika selama bertahun-tahun, meskipun kapasitas produksi baru di AS mulai beroperasi.
SK Hynix Inc. kini memperkirakan kelangkaan chip memori akan berlanjut hingga setelah tahun 2030, seiring dengan lonjakan belanja besar-besaran oleh operator pusat data yang memicu permintaan tinggi baik terhadap memori konvensional maupun chip HBM atau High-Bandwidth Memory yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan (AI).
Belanja modal dari TSMC ini dipantau secara ketat sebagai barometer permintaan dan pasokan komponen-komponen kritis, mulai dari akselerator AI Nvidia hingga prosesor mobil Tesla Inc. dan unit pemrosesan utama server yang digunakan untuk mengoperasikan layanan AI.
TSMC telah menyatakan bahwa mereka akan mengalokasikan dana hampir sebesar US$56 miliar—angka yang mendekati rekor—untuk belanja modal tahun ini.
“Penjualan TSMC pada bulan Juni memperkuat pemikiran kami bahwa permintaan terhadap AI dan prosesor server akan dengan mudah mengimbangi melemahnya pasar smartphone dan PC, sehingga memperkuat argumen untuk kenaikan harga yang seharusnya mengangkat prospek margin kotornya di atas konsensus sebesar 67,1% dan mendekati batas atas panduan (67,5%),” kata Charles Shum dari Bloomberg Intelligence.
“Pendapatan bulan Juni NT$442,68 miliar, naik 6,2%, telah menempatkan penjualan kuartal kedua di sekitar US$40,08 miliar, mendekati batas atas perkiraan US$39–US$40,2 miliar,” tambah sang analis.
“Belanja modal pada tahun 2026 diperkirakan akan menjadi fokus dalam konferensi pendapatan pada 16 Juli — khususnya apakah kapasitas teknologi terdepan dan pengemasan canggih yang terbatas dapat mendukung rencana belanja yang lebih tinggi, serta bagaimana TSMC akan menanggapi dorongan pengemasan EMIB-T dari Intel dan ambisi Terafab dari Tesla.”
Perhatian para investor terus berlanjut seiring operator pusat data terbesar terus meminjam dan mengumpulkan modal untuk membiayai proyek pembangunan mereka.
Sebagian besar kucuran investasi mereka untuk AI kini didukung oleh utang yang terus membengkak, dan hingga kini belum ada jaminan bahwa investasi besar-besaran tersebut akan menghasilkan keuntungan yang menggiurkan.
Perusahaan tersebut mengalokasikan sekitar US$265 miliar untuk kapasitas di sebuah kampus berteknologi mutakhir di Arizona, sejalan dengan kebijakan pemerintahan Trump untuk mengembalikan manufaktur canggih ke Amerika.
(bbn)






























