Langkah tersebut juga mencerminkan dilema yang dihadapi Trump ketika konflik dengan Iran kembali memanas dan Teheran tetap mempertahankan kendalinya atas jalur pelayaran tersebut, sehingga terus mendorong kenaikan harga minyak.
"Masih banyak ketidakpastian. Apakah kita sedang berada dalam kondisi perang? Apakah AS akan mampu mengendalikan Selat Hormuz dan memungkinkan kapal-kapal selain milik Iran melintas? Hingga hari ini, tidak ada kapal yang bisa melewati jalur itu," kata Scott Shelton, spesialis energi di TP ICAP Group Plc.
Harga minyak melonjak dalam beberapa hari terakhir seiring kembali memanasnya konflik di kawasan, termasuk serangan terhadap kapal-kapal tanker bermuatan minyak serta sejumlah negara Teluk seperti Kuwait yang menyebabkan aktivitas pelayaran hampir terhenti. Harga minyak kini telah mencapai level tertinggi dalam sekitar satu bulan, memulihkan sebagian dari penurunan sekitar 30% yang terjadi pada kuartal kedua tahun ini karena meningkatnya kembali kekhawatiran terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Selama sebulan terakhir, negara-negara produsen minyak di Teluk Persia sempat meningkatkan pemasaran minyak mentah setelah adanya perjanjian damai sementara yang meredakan kekhawatiran terhadap ekspor. Uni Emirat Arab menjadi salah satu negara yang paling berhasil meningkatkan pengiriman minyak dengan memanfaatkan kapal tanker pengumpan yang berlayar tanpa menyalakan transponder atau sistem identifikasi otomatis.
Sementara itu, konflik juga meluas ketika kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman meluncurkan rudal balistik dan drone ke Arab Saudi. Serangan tersebut menjadi eskalasi besar pertama antara kedua pihak sejak mereka menyepakati gencatan senjata pada 2022.
Di sisi lain, kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun 600.000 barel pada pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, maka penurunan tersebut akan menjadi yang ke-11 dalam 12 pekan terakhir.
Harga minyak:
- Minyak mentah WTI untuk kontrak Agustus naik 0,7% menjadi US$79,91 per barel pada pukul 06.36 waktu Singapura.
- Minyak mentah Brent untuk kontrak September naik 1,7% dan ditutup di level US$84,73 per barel pada Selasa.
(bbn)































