Logo Bloomberg Technoz

Disney Disarankan Tinggalkan Streaming, Saham Diproyeksi Naik 40%

News
14 July 2026 19:20

Disney+ Platform Layanan OTT Streaming. (Dok: Bloomberg)
Disney+ Platform Layanan OTT Streaming. (Dok: Bloomberg)

Ryan Vlastelica - Bloomberg News

Bloomberg, Saham Walt Disney Co. telah mengalami tren penurunan selama bertahun-tahun. Namun, Wells Fargo Securities menilai ada satu langkah yang berpotensi membalikkan keadaan, yakni melepas bisnis layanan streaming video miliknya.

Perusahaan sekuritas tersebut memperkirakan langkah itu dapat mendorong harga saham Disney naik sekitar 40%, karena memungkinkan perusahaan lebih fokus pada aset kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dan bisnis pengalaman (experiences), seperti taman hiburan dan produk terkait. Menurut analis Steven Cahall, meskipun layanan streaming sangat populer di kalangan konsumen—terutama dibandingkan televisi tradisional dan penayangan film di bioskop—bisnis tersebut justru tidak memberikan keuntungan bagi para pemegang saham.


Dalam lima tahun terakhir, saham Disney telah kehilangan hampir setengah nilainya, sementara indeks S&P 500melonjak lebih dari 70%. Cahall berpendapat bahwa bisnis streaming menjadi salah satu penyebab utama kinerja saham Disney yang tertinggal.

Disney has been underperforming for years. (Sumber; Bloomberg)

Menurut Cahall, Disney tidak memiliki model bisnis yang ideal untuk bersaing dengan penyedia layanan streaming berskala besar seperti Netflix Inc. dan YouTube. Ia juga menilai masih menjadi pertanyaan apakah frekuensi perilisan konten Disney cukup untuk mempertahankan pelanggan dan menopang margin jangka panjang (long-term margins).