Logo Bloomberg Technoz

Sementara dari dalam negeri, pasar mendapat katalis positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia di level BBB dan peringkat jangka pendek A-2, dengan prospek stabil.

Phintraco menilai, keputusan tersebut berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik dan mendorong kembali arus masuk modal asing.

“Dengan dipertahankannya peringkat Indonesia ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik sehingga kembali mendorong adanya arus masuk modal asing dan menjadi katalis positif bagi rebound lanjutan IHSG,” tulis Phintraco.

S&P memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada 2026 dan mencatatkan rata-rata pertumbuhan 4,9% per tahun sepanjang 2026-2029. Prospek tersebut ditopang belanja fiskal, program hilirisasi, dan penguatan pengelolaan sektor sumber daya alam.

Senada, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan. Penguatan indeks pada perdagangan sebelumnya turut disertai munculnya volume pembelian dan berhasil menembus MA20.

“Pada label hitam, kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6.083-6.254,” kata Herditya.

(dhf)

No more pages