Logo Bloomberg Technoz

Polisi Soal Teror di SDN Jagakarsa: Ancaman Bom di 11 Titik

Dovana Hasiana
13 July 2026 16:50

Personel Gegana melakukan penjagaan setelah ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Senin (13/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Personel Gegana melakukan penjagaan setelah ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Senin (13/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepolisian atau Polri masih menyelidiki kasus ancaman teror bom yang terjadi SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pada saat ini, penyelidikan mengusut identitas pengirim pesan teror sekaligus motif di balik ancaman tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto memastikan Tim Gegana dan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah melakukan penyisiran seluruh wilayah SDN tersebut. Hasilnya, polisi tak menemukan satu pun tanda keberadaan bahan peledak atau sejenisnya.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," kata dia dikutip dari laman Humas Polri, Senin (13/07/2026).


Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa Komisaris Nurma Dewi pun mengungkap garis besar kronologi ancaman bom yang meneror SDN Srengseng Sawah 15 Pagi tepat pada hari pertama tahun ajaran 2026-2027. Teror ini pun langsung membuat para guru melakukan evakuasi dan memulangkan para murid ke rumah.

Awalnya, pesan teror masuk ke HP seorang guru dan seorang pegawai tata usaha sekitar pukul 07.30 WIB. Selain itu, pelaku juga melakukan panggilan tak terjawab atau missed call beberapa kali usai pesannya tak kunjung dibaca pemegang HP. Pada saat itu, para guru dan siswa memang tengah menjalankan upacara pembukaan tahun ajaran.