Saham Nvidia naik 3,7% menjadi US$204,12 pada hari Rabu, sebagai bagian dari kenaikan harga chip secara luas. Hal ini menandai kenaikan satu hari terbesar saham tersebut dalam lebih dari sebulan. Meskipun Nvidia kini telah naik 9,4% tahun ini, angka tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan kenaikan yang dicatat oleh sebagian besar perusahaan semikonduktor besar lainnya.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kedutaan Besar China Liu Chang mengatakan bahwa posisi negaranya terkait ekspor chip AS tetap konsisten.
“Kami menganjurkan agar China dan Amerika Serikat mencapai manfaat bersama dan hasil yang saling menguntungkan melalui kerja sama, dan kami menentang politisasi, instrumentalisasi, serta penggunaan isu-isu teknologi dan ekonomi sebagai senjata,” ujar dia. “Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global.”
Perwakilan dari Nvidia yang berbasis di Santa Clara, California, tidak menanggapi permintaan komentar.
Batasan impor H200 sebagian disebabkan oleh kekhawatiran China bahwa membanjirnya prosesor AI rancangan Amerika akan menghambat tujuan strategis pemerintah untuk mengembangkan industri chip dalam negeri. Beijing juga mengemukakan kekhawatiran bahwa mengizinkan chip buatan Amerika masuk ke pasar lokal dapat menimbulkan risiko keamanan siber.
Meski demikian, melonjaknya permintaan akan prosesor AI mendorong pihak berwenang Tiongkok untuk mengizinkan pembelian H200 dalam jumlah terbatas, menurut The Information, yang mengutip dua sumber anonim yang mengetahui masalah ini.
Laboratorium-laboratorium di China, seperti rekan-rekan mereka di AS, telah berjuang keras untuk mendapatkan daya komputasi yang cukup guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dalam melatih dan menjalankan model-model baru.
H200 dari Nvidia berasal dari lini prosesor Hopper milik perusahaan yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI. Chip ini merupakan chip AI paling kuat di pasar hingga diperkenalkannya model Blackwell generasi berikutnya pada akhir tahun 2024.
Nvidia kini sedang terus meluncurkan lini produk yang lebih bertenaga lagi bernama Rubin pada semester kedua 2026 ini. Pemerintah AS terus membatasi penjualan chip AI yang lebih canggih ke China dengan alasan keamanan nasional.
Di lain sisi, pemerintah China masih mempertimbangkan berapa banyak chip H200 yang akan diizinkan dibeli oleh perusahaan-perusahaan tersebut, namun jumlah totalnya kemungkinan akan kurang dari 200.000, demikian dilaporkan oleh The Information.
Dalam konteks infrastruktur AI, angka tersebut tidaklah besar. Satu pusat data saja dapat menggunakan lebih dari 400.000 prosesor Blackwell.
Pada Mei lalu, CFO Nvidia, Colette Kress, mengatakan bahwa chip H200 belum menghasilkan pendapatan apa pun bagi perusahaan di China.
“Kami tidak yakin apakah impor apa pun akan diizinkan masuk ke negara tersebut,” katanya. Akibatnya, Nvidia tidak memasukkan pendapatan apa pun dari pasar Tiongkok ke dalam proyeksi keuangannya, kata Kress.
(bbn)
































