Logo Bloomberg Technoz

"Kalau soal mendatangkan artis internasional mungkin negara tetangga lebih unggul. Namun kalau berbicara soal kepemilikan IP lokal, Indonesia jauh lebih kuat. Dampaknya juga langsung dirasakan karena IP tersebut memang milik kita," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan Indonesia optimistis mampu bersaing dalam mendatangkan konser internasional karena didukung populasi besar dan tingginya minat masyarakat menghadiri konser.

Meski demikian, Hafiz mengakui masih terdapat sejumlah hambatan yang harus diselesaikan. 

Pertama, daya saing Indonesia dalam proses bidding konser internasional masih belum kuat karena promotor dalam negeri umumnya menanggung proses tersebut tanpa dukungan pemerintah.

"Selama ini proses bidding tersebut sebagian besar masih ditanggung sendiri oleh promotor Indonesia sehingga daya saing kita belum sekuat negara lain yang memperoleh dukungan pemerintah," ujarnya.

Kedua, jumlah venue berstandar internasional untuk konser stadion masih terbatas. Selain itu, sebagian peralatan produksi kelas dunia masih harus didatangkan dari luar negeri sehingga biaya penyelenggaraan menjadi lebih tinggi.

"Indonesia sudah memiliki stadion yang baik seperti GBK maupun beberapa stadion baru, namun jumlah venue berstandar internasional yang mampu menggelar konser stadium secara beruntun masih terbatas," kata Hafiz.

Ketiga, proses perizinan dinilai masih perlu disederhanakan agar sesuai dengan kebutuhan industri hiburan langsung yang mengandalkan kepastian jadwal.

"Oleh karena itu simplifikasi perizinan lintas kementerian, kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting agar Indonesia lebih kompetitif," tuturnya.

Keempat, Indonesia juga perlu memperkuat paket wisata atau packaging tourism sehingga konser tidak hanya menjual tiket, tetapi juga mendorong kunjungan wisata melalui bundling hotel, transportasi, dan atraksi wisata.

"Negara seperti Singapura tidak hanya menjual tiket konser. Mereka menjual pengalaman wisata secara utuh melalui bundling tiket konser, hotel, transportasi hingga atraksi wisata. Inilah yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian Pariwisata agar konser menjadi bagian dari produk pariwisata Indonesia," ujar Hafiz.

(dec)

No more pages