Menurut Stella, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kini telah menjalankan berbagai kebijakan untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
Ia meyakini keterlibatan industri menjadi salah satu syarat agar kualitas riset Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Stella juga menilai kolaborasi antara Universitas Tsinghua, Universitas Indonesia, industri, dan Kementerian Kesehatan merupakan contoh kemitraan yang dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis sains dan teknologi, khususnya di sektor kesehatan.
"Menurut saya, ini merupakan sebuah platform yang luar biasa dan akan mengubah lanskap kesehatan Indonesia melalui pemanfaatan data, ilmu pengetahuan, dan teknologi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Stella juga membantah anggapan bahwa anggaran riset pemerintah mengalami pemangkasan. Menurutnya, dukungan terhadap riset justru meningkat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jika ada kabar bahwa anggaran riset dipangkas, hal itu tidak benar. Justru pada tahun lalu anggaran riset meningkat dua kali lipat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
(dec)






























