Kenaikan belanja negara ini didorong oleh kebutuhan mendukung berbagai program prioritas. Adapun belanja kementerian/lembaga (K/L) diproyeksikan mencapai Rp1.630,4 triliun atau 107,9% dari pagu APBN.
Sementara itu, belanja non KL diperkirakan mencapai Rp1.615,1 triliun atau 98,5% dari pagu APBN. Transfer ke daerah (TKD) juga diproyeksikan mencapai Rp696,9 triliun atau 100,6% dari pagu APBN.
Selain itu, pemerintah mengusulkan tambahan belanja sebesar Rp132 triliun yang akan digunakan untuk memenuhi kewajiban pemerintah, terutama pembayaran subsidi dan kompensasi energi.
Di sisi pendapatan, pemerintah memperkirakan realisasi pendapatan negara mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target APBN.
Sementara dari sisi penerimaan perpajakan diproyeksikan hanya mencapai Rp2.631,4 triliun atau 97,7% dari target, terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp2.310,8 triliun atau 98% dari target dan kepabeanan serta cukai sebesar Rp320,6 triliun atau 95,4% dari target.
Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diproyeksikan menjadi penopang utama pendapatan negara dengan outlook mencapai Rp 575,1 triliun atau 125,2% dari target APBN.
(mfd/ell)

























