Produsen perangkat HP ponsel asal Amerika Serikat, Apple Inc., mencatat kenaikan tipis pangsa pasar dari 17% menjadi 18%, OPPO tetap di level 18%, sedangkan vivo bertahan di 17%.
Di sisi lain, pangsa pasar Xiaomi turun dari 16% menjadi 14%, Honor menyusut dari 13% menjadi 10%, sementara kelompok vendor lainnya turun dari 3% menjadi 2%.
Dari sisi pertumbuhan penjualan, Huawei menjadi satu-satunya vendor yang mencatat kinerja positif dengan kenaikan 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seluruh merek utama lainnya justru mengalami kontraksi, yakni Apple turun 9%, OPPO 12%, vivo 16%, Xiaomi 24%, dan Honor 33%. Grup vendor lain mencatat penurunan terdalam hingga 39%.
Keberhasilan Huawei ditopang oleh tingginya permintaan terhadap Enjoy 90 Pro Max, yang dinilai menawarkan daya tahan baterai tinggi dengan harga kompetitif. Model Mate 80 juga mencatat penjualan kuat berkat program promosi dan harga yang telah lebih kompetitif sejak awal.
Sementara itu, Apple memulai kampanye promosi sekitar satu bulan sebelum puncak festival belanja 618 dengan menawarkan potongan harga hingga 2.000 yuan untuk seri iPhone 17 Pro melalui kombinasi diskon resmi, promosi platform e-commerce, serta insentif tukar tambah.
Strategi tersebut sempat mengangkat Apple ke posisi kedua di pasar. Namun, secara tahunan penjualan iPhone masih turun 9% karena promosi untuk seri iPhone 16 pada periode yang sama tahun lalu dinilai jauh lebih agresif.
Counterpoint selanjutnya memamaparkan bahwa sejumlah ponsel kelas menengah hingga bawah masuk daftar 10 smartphone terlaris selama periode tersebut, di antaranya OPPO Reno 16, Honor X70, vivo S60, dan Redmi K90.
Meski demikian, produsen smartphone Android asal China secara keseluruhan tetap mencatat penurunan penjualan dua digit akibat strategi promosi yang lebih terbatas dibandingkan tahun lalu.
Festival belanja 618 yang bertepatan dengan gelombang pertama pembelian smartphone oleh lulusan ujian masuk perguruan tinggi sempat mendorong pemulihan penjualan secara bulanan (month-on-month/MoM) pada Juni. Namun, setelah periode tersebut pasar diperkirakan kembali memasuki fase perlambatan musiman.
Lembaga riset itu menambahkan, sinyal kenaikan harga dari produsen smartphone dan pelaku rantai pasok membuat konsumen mempercepat pembelian pada periode 618.
Pada saat yang sama, para produsen memilih strategi yang lebih konservatif dengan mengutamakan profitabilitas, termasuk memangkas rencana pengiriman perangkat sepanjang tahun. Counterpoint memperkirakan pengiriman atau shipment smartphone di pasar China akan mencatat penurunan dua digit sepanjang 2026.
(wep)































