Logo Bloomberg Technoz

Rudal Rusia Bombardir Kyiv, 17 Orang Tewas

Redaksi
02 July 2026 20:29

Warga berada di dalam apartemen yang rusak setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga berada di dalam apartemen yang rusak setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga berada di luar gedung apartemen yang rusak akibat serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga berada di luar gedung apartemen yang rusak akibat serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga duduk di tengah puing-puing setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga duduk di tengah puing-puing setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Petugas penyelamat di gedung apartemen yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Petugas penyelamat di gedung apartemen yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Seorang berjalan antara puing-puing setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Seorang berjalan antara puing-puing setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga melihat bangunan tempat tinggal yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga melihat bangunan tempat tinggal yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga memotret taman bermain yang rusak akibat serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga memotret taman bermain yang rusak akibat serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga berada di dalam apartemen yang rusak setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Warga berada di luar gedung apartemen yang rusak akibat serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Warga duduk di tengah puing-puing setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Petugas penyelamat di gedung apartemen yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Seorang berjalan antara puing-puing setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Warga melihat bangunan tempat tinggal yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Warga memotret taman bermain yang rusak akibat serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Kamis (2/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rusia melancarkan salah satu serangan rudal dan drone paling intens di Kyiv pada tahun ini, menewaskan sedikitnya 17 orang serta melukai puluhan lainnya menurut pejabat Ukraina.

Pertahanan udara Ukraina menyebutkan rudal balistik dan rudal jelajah digunakan dalam serangan semalam di Kyiv, disertai drone bertenaga jet. Serangan juga dilaporkan terjadi di Kharkiv, Sumy, Dnipro, Zaporizhzhia, dan Cherkasy dengan upaya intersepsi yang dilakukan secara masif.

Sedikitnya 86 orang terluka dan 70 orang menjalani perawatan di rumah sakit akibat kerusakan di tujuh distrik permukiman Kota Kyiv, menurut Wali Kota Vitali Klitschko melalui Telegram. Tenaga medis dari pos ambulans turut menjadi bagian dari korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan mereka "melancarkan serangan besar-besaran" di Kyiv dan wilayah sekitarnya dalam sebuah unggahan Kamis di Telegram. Serangan itu menargetkan industri pertahanan dan kompleks energi di kota tersebut dan merupakan tanggapan atas serangan Ukraina terhadap Rusia, katanya.

Kementerian Pertahanan di Moskow sebelumnya melaporkan bahwa Ukraina mungkin telah menggunakan rudal balistik jarak jauh untuk pertama kalinya. Pertahanan udara menembak jatuh sebuah "rudal operasional-taktis jarak jauh" dalam sehari terakhir, serta tujuh bom berpemandu dan 602 drone sayap tetap, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Ukraina dilaporkan memperluas jangkauan serta intensitas serangan rudal ke wilayah Rusia. Kondisi tersebut memicu peringatan di hampir setengah wilayah negara tersebut sepanjang tahun ini.

(red)