Penyebab Pasar Surat Utang Dunia Dilanda Aksi Jual
Redaksi
22 June 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan jual kembali mendominasi pasar Surat Utang Negara (SUN), pada sesi perdagangan Senin (22/6/2026). Di tengah negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, pasar obligasi terlihat belum meyakini bahwa risiko inflasi global akan berlalu begitu saja meski AS dan Iran berdamai.
Melansir data Bloomberg pada 10:14 WIB, kenaikan imbal hasil (yield) yang terjadi hampir di seluruh tenor menggambarkan aksi jual (sell-off).
Kenaikan tajam terjadi pada tenor 6 tahun yang melonjak 15,9 basis poin (bps) ke level 7,15%, disusul tenor 30 tahun naik 14,4 bps menjadi 7,39%. Yield tenor 9 tahun juga terkerek naik 7,7 bps, sementara tenor 5 tahun naik 5,7 bps.
Kenaikan tak cuma terjadi pada tenor pendek, yang umumnya sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga, tetapi juga terjadi pada tenor menengah hingga panjang.
Agaknya, pelaku pasar sedang melakukan repricing terhadap prospek ekonomi dan inflasi dalam jangka panjang. Kekhawatiran pasar pada risiko inflasi yang belum kunjung mereda, akibat ekspektasi inflasi dapat menggerus nilai kupon riil yang akan diterima investor.


























