Pegadaian Serahkan Blueprint Mitigasi Bencana ke Pemkot Padang

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir Sumatera Barat melalui penyerahan hasil riset komprehensif mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. Hasil penelitian tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Prosesi penyerahan hasil riset berlangsung di Kampus Universitas Andalas, Padang, pada Senin, 29 Juni. Dokumen hasil penelitian diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebagai dasar pengembangan strategi mitigasi berbasis masyarakat di kawasan pesisir.
Kolaborasi antara Pegadaian dan Universitas Andalas menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG, khususnya pada aspek sosial dan pembangunan ketahanan masyarakat.
Melalui program Pegadaian Peduli, perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan inklusi keuangan, tetapi juga memperluas kontribusinya dalam menciptakan investasi sosial jangka panjang melalui penguatan kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana.
Riset tersebut menghasilkan sebuah cetak biru atau blueprint mitigasi bencana berbasis masyarakat yang dirancang agar dapat diterapkan secara langsung oleh warga di wilayah pesisir.
Model yang dikembangkan mengintegrasikan lima instrumen utama, yaitu teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur evakuasi, serta edukasi masyarakat yang dilengkapi simulasi kebencanaan secara mandiri.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Kota Padang merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur pemerintah.
Masjid Jadi Pusat Kesiapsiagaan Bencana
Salah satu inovasi utama yang dihasilkan dari penelitian tersebut adalah pemanfaatan masjid sebagai pusat kesiapsiagaan masyarakat ketika terjadi bencana.
Dalam model yang disusun, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi lokasi evakuasi sementara, pusat penyebaran informasi kebencanaan, serta ruang koordinasi warga pada saat kondisi darurat.
Pendekatan tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter sosial masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas kehidupan sesuai filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas, mengatakan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi harus mampu menghasilkan solusi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa. Kami berharap model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan (resilience) masyarakat Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional (benchmark) yang dapat direplikasi di wilayah pesisir rawan bencana lainnya di Indonesia," ujar Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas.
Selain menyerahkan hasil penelitian, Pegadaian juga memberikan bantuan berupa perangkat pendukung sistem peringatan dini tsunami buatan dalam negeri yang dirancang agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat setempat.
Pemberian perangkat tersebut menjadi bagian dari hilirisasi hasil penelitian sehingga rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara langsung di lapangan.
Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pegadaian dalam mendanai dan memfasilitasi penelitian yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pegadaian (Persero) yang telah memberikan kepercayaan, dukungan pendanaan, serta fasilitas penuh terhadap pelaksanaan riset ini. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran akademis pertiwi dan kepedulian sosial dunia usaha mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penguatan keselamatan publik. Kami berharap kemitraan strategis ini dapat terus berlanjut ke fase implementasi yang lebih luas," ungkap Prof. Kurnia Warman.
Apresiasi juga datang dari Wali Kota Padang, Fadly Amran. Menurutnya, hasil penelitian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam.
“Kepada masyarakat, khususnya Pasie Nan Tigo. Saya berharap apa yang telah diserahkan oleh Pegadaian dan Unand ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Semakin siap masyarakat, maka semakin besar peluang kita bertahan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi,” ujar Fadly.
Pemerintah Kota Padang berharap hasil riset tersebut dapat menjadi acuan dalam memperkuat sistem mitigasi bencana yang melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan saat terjadi keadaan darurat.
Ke depan, sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah daerah, media, dan komunitas akan terus diperkuat untuk membangun budaya sadar bencana yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Bagi Pegadaian, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui program sosial yang mendukung keselamatan dan ketahanan komunitas di wilayah rawan bencana.
Melalui riset aplikatif dan implementasi langsung di lapangan, Pegadaian berharap model mitigasi berbasis masyarakat yang dikembangkan bersama Universitas Andalas dapat menjadi contoh nasional dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami di berbagai wilayah pesisir Indonesia.































