Logo Bloomberg Technoz

Pantau Gerak Rupiah di Hari Pertama Juli

Tim Riset Bloomberg Technoz
01 July 2026 09:16

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pertama Juli dengan pelemahan. Nilai tukar rupiah pada Rabu (1/7/2026) kembali melemah 0,39% ke Rp17.952/US$, di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). 

Tak lama berselang, rupiah kembali terdepresiasi 0,48% ke Rp17.968/US$ pada 09:10 WIB. 

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS semakin terbebani oleh rilisnya sejumlah data ekonomi pagi ini. Data Purchasing Manufacturing Index (PMI) versi S&P Global mencatat kondisi sektor manufaktur Tanah Air kembali berada dalam zona kontraksi, yaitu 46,9. Angka ini merupakan capaian terendah sejak Juni 2025. 


Di sisi lain, berdasarkan konsensus Bloomberg memperkirakan kinerja ekspor Indonesia akan mengalami normalisasi yang cukup signifikan. Data yang dijadwalkan rilis pukul 11:00 WIB diproyeksikan hanya tumbuh 3,5% secara tahunan, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 21,98% pada bulan sebelumnya. 

Sementara, dari pasar kawasan penguatan dolar AS yang bertahan di level 101,3 menekan hampir semua mata uang kawasan.