Won Korea Selatan melemah paling dalam, disusul peso Filipina, baht Thailand, dolar Singapura, yuan offshore, yuan China, dan yen Jepang. Bahkan, ringgit yang tadi pagi sempat menguat, kini berbalik arah dan melemah 0,2%.
Tertahannya mata uang Asia juga disebabkan oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data ketenagakerjaan AS, pada Kamis malam waktu AS. Konsensus pasar memperkirakan penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 114 ribu pada Juni, melambat dibandingkan 172 ribu pada Mei.
Selain itu, perhatian pelaku pasar tertuju pada prospek kebijakan suku bunga The Fed daripada arah pergerakan harga minyak dunia saat ini.
Bagi rupiah, pelaku pasar akan mencermati rilis data perdagangan Indonesia siang ini. Jika perlambatan ekspor lebih dalam dari perkiraaan, sentimen terhadap aset domestik termasuk rupiah, berpotensi semakin tertekan.
Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan depresiasi rupiah akan berada di rentang Rp17.850-Rp17.950/US$ pada sesi perdagangan hari ini.
Sebagai catatan, rupiah offshore telah kembali menyentuh level Rp18.022/US$ dalam sesi perdagangan intraday hari ini pukul 09:10 WIB, setelah dibuka melemah pagi tadi.
(dsp/aji)






























