Didorong Kenaikan BBM, Ekonom Ramal Inflasi Juni Naik ke 3,41%
Redaksi
01 July 2026 09:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data inflasi Juni 2026 pada hari ini. Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede memperkirakan inflasi tahunan akan naik menjadi 3,41% secara year-on year (yoy), naik dibandingkan bulan Mei yang berada di level 3,08% yoy. Sementara itu, secara bulanan inflasi diperkirakan naik menjadi 0,50% month-to-month (mtm) dari 0,28%mtm pada bulan sebelumnya.
“Kenaikan ini terutama didorong oleh harga BBM nonsubsidi, tarif angkutan udara, tekanan pangan, dan pelemahan rupiah yang mulai merembes ke harga barang konsumsi,” kata Josua.
Sementara itu, Josua juga memperkirakan inflasi inti juga mencatatkan kenaikan dari sebelumnya sebesar 2,59%yoy menjadi 2,72%yoy, dipengaruhi harga pangan olahan, barang tahan lama, kebutuhan pendidikan, serta biaya input impor yang lebih mahal.
Josua menyebut bahwa hal yang perlu dicermati adalah tekanan inflasi Juni bukan hanya berasal dari permintaan, tetapi lebih banyak dari sisi biaya dan pasokan.
Harga bawang merah, bawang putih impor, cabai merah, dan cabai rawit masih rentan akibat gangguan panen dan cuaca. Kenaikan harga Pertamax diperkirakan memberi tambahan sekitar 0,17–0,21 poin persentase terhadap inflasi bulanan.































