Logo Bloomberg Technoz

Juni, Aktivitas Manufaktur RI Kembali ke Zona Kontraksi

Hidayat Setiaji
01 July 2026 07:47

Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)
Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aktivitas manufaktur Indonesia pada Juni mengalami kontraksi. Penurunan permintaan menjadi penyebab.

Pada Rabu (1/7/2026), S&P Global melaporkan aktivitas manufaktur yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk periode Juni ada di 46,9. Turun dari posisi Mei yang sebesar 50.

PMI di bawah 50 menandakan aktivitas yang mengalami kontraksi, bukan ekspansi. Skor PMI 46,9 menjadi yang terendah dalam setahun terakhir.


“Permintaan baru (new orders) mengalami penurunan terdalam sejak April tahun lalu. Beban kerja yang menurun ikut menyebabkan penurunan pembelian bahan baku dan penciptaan lapangan kerja,” ungkap keterangan tertulis S&P Global.

Dari sisi harga, terjadi kenaikan yang substansial. Biaya input mengalami lonjakan tertinggi sejak September 2013. Sebagai respons, dunia usaha pun menaikkan harga produk dengan laju tercepat dalam hampir 13 tahun.