Logo Bloomberg Technoz

Destry menjelaskan penambahan likuiditas tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasar uang dan pasar valuta asing agar tidak mengalami gejolak di tengah volatilitas pasar global. 

"Khusus untuk menjaga likuiditas agar tidak terjadi gejolak harga di pasar uang dan pasar valas kita," ujarnya. 

Selain memperkuat likuiditas, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 basis poin dalam sebulan terakhir menjadi 5,75%.  

Kebijakan tersebut diikuti penyesuaian imbal hasil instrumen moneter BI dan Surat  Berharga Negara (SBN), yang turut mendorong masuknya arus modal asing ke pasar keuangan domestik. 

Destry menyebut hingga 26 Juni 2026, aliran modal asing ke instrumen SRBI dan SBN telah mencapai sekitar US$9 miliar secara tahun berjalan.  

Menurutnya, hal itu mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.

(mfd/ell)

No more pages