Ekonom Ungkap Strategi Perkuat Rupiah dalam Jangka Panjang
Redaksi
28 June 2026 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai strategi pertahanan terkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bukan hanya intervensi di pasar uang yang hanya berdampak jangka pendek, melainkan kapasitas ekonomi yang secara konsisten mampu menarik investasi dan menghasilkan kepercayaan investor.
"Dalam jangka panjang, pertahanan mata uang terkuat bukanlah intervensi semata, melainkan kapasitas ekonomi yang lebih besar, lebih produktif, dan lebih kompetitif," ujar Shan Saeed, Global Chief Economist Juwai IQI Malaysia, kepada Bloomberg Technoz, dikutip Minggu (28/6/2026).
Shan Saeed menjelaskan, Pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) harus berfokus pada lima prioritas agar mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah saat ini hingga masa mendatang.
Kelima prioritas yang dimaksud antara lain: Pertama, menjaga kredibilitas moneter dan mempertahankan stabilitas inflasi. Kepercayaan pelaku pasar tetap menjadi fondasi kekuatan mata uang.
Kedua, terus memastikan likuiditas yang memadai dan kondisi pasar valuta asing yang tertib, sembari mencegah volatilitas yang berlebihan daripada menargetkan tingkat nilai tukar tertentu.





























