Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Soroti Target Defisit APBN 2027, Ruang Fiskal Makin Sempit

Muhammad Fikri
16 August 2026 17:00

APBN 2027: Antara Ekspansi dan Suasana Hati (Diolah)
APBN 2027: Antara Ekspansi dan Suasana Hati (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai target defisit APBN 2027 sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB) masih menunjukkan kehati-hatian fiskal, namun cukup ambisius di tengah ruang fiskal pemerintah yang semakin terbatas.

Chief Economist PermataBank Josua Pardede memperkirakan, defisit APBN 2027 berada di kisaran 2,70%-2,90% PDB, lebih tinggi dari target pemerintah. Menurutnya, target 2,4% cukup menantang.

“Target penurunan defisit menjadi 2,4% PDB pada 2027 secara matematis mungkin, tetapi secara pelaksanaan tergolong menantang dan cukup optimistis,” kata Josua, Minggu (16/8/2026).


Dalam RAPBN 2027, pemerintah merencanakan belanja negara Rp4.097,2 triliun, pendapatan Rp3.426 triliun, dan pembiayaan Rp671,2 triliun. Dibandingkan APBN 2026, pendapatan ditargetkan tumbuh sekitar 8,6%, sementara belanja meningkat sekitar 6,6%.

Josua menambahkan, pencapaian target defisit tersebut sangat bergantung pada kemampuan penerimaan tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja. Pemerintah perlu memperbaiki administrasi perpajakan, mengurangi kebocoran, memperluas basis pajak, dan meningkatkan kepatuhan tanpa menekan daya beli maupun investasi.