Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat Bersama Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
25 June 2026 15:42

Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah pada Kamis (25/6/2026) cukup volatil, tetapi berhasil ditutup di Rp17.925/US$, menguat 0,1%.

Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang kawasan, yang hari ini berada di zona hijau. Ringgit Malaysia memimpin penguatan 0,55%, disusul peso Filipina, rupee India, baht Thailand, won Korea Selatan, yuan China, yuan offshore, dan dolar Singapura.

Hanya dolar Taiwan, dan yen Jepang yang tercatat melemah sore ini. 

Mata uang kawasan (Bloomberg)

Penguatan mata uang Asia tertopang oleh meredanya harga minyak mentah Brent yang kini berada di US$72,48 per barel, setelah arus minyak kembali mengalir dari Iran dan negara-negara produsen di Teluk. 

Pasokan minyak kini mulai banjir di pasar. Para pembeli dikabarkan telah menerima banyak tawaran minyak dari Timur Tengah maupun Afrika, setelah ada kemajuan dari kesepakatan damai antara Iran dan AS.