Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, yield obligasi pemerintah berdenominasi dolar AS (INDON) juga tercatat turun. Yield tenor acuan 10 tahun 4,7 bps ke 5,37%, sementara tenor 2 tahun turun 4,7 bps ke 4,2%, tenor 7 tahun turun 2,5 bps ke 5,05%. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, menilai aksi beli INDON tertopang oleh sentimen positif atas pasokan minyak mentah dunia yang kembali mengalir dari Iran dan negara-negara teluk, dan membawa harga Brent kembali turun ke US$72,57 per barel. 

Namun demikian, Credit Default Swap (CDS) yang menjadi indikator risiko investasi di pasar surat utang kembali naik. CDS sovereign Indonesia (INDON) tenor 5 tahun masih terbilang tinggi di 90,5. 

Angka CDS RI masih lebih rendah dibandingkan negara peers, seperti Malaysia yang berada di 38,5, Thailand 44,2, dan Filipina 66,8. Setidaknya CDS Indonesia masih lebih baik dari India yang tercatat di 92,7.

(dsp/aji)

No more pages