Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Soal Rupiah Melemah: BI Masih Harus Naikkan Suku Bunga

Mis Fransiska Dewi
25 June 2026 16:20

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai Bank Indonesia (BI) masih perlu menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate lantaran nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak kunjung menguat meskipun bank sentral telah menaikkan 100 basis poin (bps) hanya dalam waktu satu bulan.

“Kalau saya lihat, memang salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menaikkan BI rate lagi,” kata Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto ketika dihubungi, Kamis (25/6/2026). 

Rully memproyeksikan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka lebar dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026. Setidaknya, BI dapat menaikkan suku bunga sebanyak 25 bps. 


“Saya rasa mungkin 25 bps dulu, lalu melihat dampaknya,” ujarnya. 

Sebelumnya, BI menaikkan BI Rate sebesar 50 bps pada RDG BI periode bulanan, 20 Mei 2026. Kemudian, bank sentral kembali mengerek suku bunga acuan 25 bps pada RDG mingguan atau biasa dikenal dengan istilah RDG insidentil, 9 Juni 2026. Terakhir, BI terus menjalankan kebijakan moneter ketat dengan meningkatkan BI Rate 25 bps pada 18 Juni lalu.