Logo Bloomberg Technoz

Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa di Tengah Isu Wisman ‘Nakal’

Redaksi
25 June 2026 16:40

Perahu wisata menyemprotkan kabut dingin saat suhu tinggi di Kanal Dotonbori, Osaka, Jepang, Kamis (31/7/2025). (Buddhika Weerasinghe/Bloomberg)
Perahu wisata menyemprotkan kabut dingin saat suhu tinggi di Kanal Dotonbori, Osaka, Jepang, Kamis (31/7/2025). (Buddhika Weerasinghe/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Jepang memutuskan untuk menaikkan biaya visa reguler lima kali lipat per 1 Juli 2026. Langkah tersebut diambil di tengah isu maraknya wisatawan asing yang ‘nakal’ dan menurunnya jumlah wisatawan dari China.

Dari data yang dilansir dari Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), kondisi wisata Jepang saat ini mengalami penyesuaian. Tercatat jumlah kunjungan wisatawan asing pada Mei 2026 sebanyak 3,56 juta, mengalami penurunan sebesar 3,6% dari tahun sebelumnya.

Penurunan dikarenakan larangan dari Pemerintah China bagi warganya untuk berkunjung ke Jepang, buntut dari persoalan antara kedua negara. Walau begitu, jumlah wisatawan asing yang ke Jepang dibantu oleh wisatawan dari Korea Selatan hingga Indonesia.


Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengatakan revisi biaya visa dilakukan untuk "mencerminkan inflasi dan fluktuasi nilai tukar.”

"Kami tidak memperkirakan hal ini akan berdampak langsung terhadap pariwisata masuk," tambahnya.