Logo Bloomberg Technoz

Ia menambahkan tidak ada laporan kasus flu burung pada manusia di Australia sepanjang 2025 maupun hingga pertengahan 2026. Meski demikian, Kemenkes terus memperkuat koordinasi dengan lintas sektor, terutama Badan Karantina Indonesia yang bertugas mengawasi lalu lintas hewan dan tumbuhan yang keluar masuk wilayah Indonesia.

Di sisi lain, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan situasi global maupun nasional. Warga yang bepergian ke Australia juga diminta menghindari kontak dengan unggas atau burung liar, terutama di taman satwa maupun peternakan.

"Masyarakat agar tetap tenang, ikuti informasi perkembangan global dan nasional serta hindari bepergian jika sedang sakit dan tidak berkunjung di taman satwa atau peternakan burung, unggas atau sejenisnya jika sedang berada di Australia," kata Aji.

Sebelumnya, Australia Selatan mengonfirmasi kasus pertama flu burung H5 hanya beberapa hari setelah kasus serupa ditemukan di Australia Barat. Temuan tersebut menandai penyebaran virus flu burung ke benua Australia, dengan seluruh kasus yang terdeteksi berasal dari burung laut migran.

Dalam beberapa tahun terakhir, virus flu burung telah menyebabkan kematian jutaan unggas di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan sejumlah negara Uni Eropa. 

Wabah tersebut juga berdampak pada industri peternakan dan memicu kenaikan harga produk unggas. Namun hingga kini, otoritas Australia menyatakan belum ada kasus yang ditemukan di peternakan unggas komersial dan kasus yang muncul masih dianggap sebagai insiden terisolasi.

(dec)

No more pages