Logo Bloomberg Technoz

Pemohon juga meminta pengadilan menunjuk hakim pengawas untuk mengawasi jalannya proses PKPU serta mengangkat Ibnu Setyo Hastomo dan Muhammad Lazuardi Hasibuan sebagai tim pengurus dalam proses tersebut.

Dalam petitumnya, keduanya juga diminta menjadi tim kurator apabila nantinya perusahaan smelter nikel tersebut pailit.

Selain itu, pemohon meminta tim pengurus memanggil debitur dan para kreditur yang diketahui untuk menghadiri persidangan selama masa PKPU berlangsung. Biaya pengurusan dan imbal jasa tim pengurus diminta ditetapkan kemudian setelah tugas dijalankan.

Adapun, perkara tersebut telah melalui serangkaian persidangan sejak pertengahan Mei 2026 sebelum masuk agenda putusan.

Persidangan pertama digelar pada 18 Mei 2026 dengan agenda kehadiran para pihak. Sidang kemudian berlanjut pada 25 Mei 2026 untuk kelengkapan pihak dan 2 Juni 2026 dengan agenda kelengkapan pihak serta legal standing.

Selanjutnya, pada 8 Juni 2026, persidangan memasuki tahap jawaban dan penyampaian bukti surat para pihak. Sidang berikutnya pada 11 Juni 2026 dengan agenda jawaban dari termohon, sebelum masuk tahap pembuktian pada 17 Juni 2026.

Perkara tersebut kemudian memasuki tahap putusan secara elektronik pada 19 Juni 2026.

Dikabarkan Shutdown

Sebelumnya, PT GNI sempat dikabarkan melakukan penutupan atau shutdown sejumlah lini produksinya. Hal itudiungkapkan oleh Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey.

Meidy, dalam sebuah forum diskusi di Apindo pada awal Maret, membeberkan terdapat setidaknya tiga pabrik pemurnian nikel yang terdampak kurangnya bahan baku di tengah pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 hingga ketatnya persaingan smelter di Tanah Air.

Awalnya, dia menyampaikan RKAB nikel periode 2026 sebanyak 260—270 juta ton otomatis akan mengurangi konsumsi bijih nikel atau ore di Tanah Air.

Secara bersamaan, terdapat isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang juga dibahas sebagai efek domino dari kebijakan pemangkasan RKAB oleh pemerintah yang ingin mengendalikan harga nikel lantaran kelebihan pasokan atau oversupply nikel.

Dalam forum tersebut, Meidy menuturkan APNI hingga kini belum menghitung secara terperinci ihwal dampak PHK tersebut, khususnya bagi pekerja smelter nikel.

Akan tetapi, dia mengungkapkan sudah ada tiga smelter yang terdampak. Namun, di dalam forum Meidy tidak menyebutkan nama ketiga perusahaan smelter yang terganggu.

Seusai acara, Bloomberg Technoz mengonfirmasi ulang kepada Meidy ihwal pernyataan yang disampaikan di dalam forum tersebut.

Dia lantas menyebutkan tiga perusahaan smelter tersebut yakni PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan; PT Wanxiang Nickel Indonesia di Morowali, Sulawesi tengah; dan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali.

“[Sebanyak] 3 smelter sudah kami konfirmasi. Huadi shutdown total, Wanxiang tinggal 2 line, Gunbuster shutdown 5 line dari 20 line,” kata Meidy saat ditemui usai forum diskusi RKAB di kantor DPN Apindo, Senin (2/3/2026).

PT Gunbuster Nickel Industry (dok. Instagram @gunbusterofficial)

Dalam perkembangannya, perwakilan manajemen GNI menyebut informasi yang menyatakan penutupan lima lini produksi dari total 20 lini produksi merupakan informasi yang salah. Manajemen mengklaim hingga kini GNI menjalankan operasional secara normal.

“Informasi tersebut tidak benar dan merupakan misinformasi. Hingga saat ini, PT GNI masih menjalankan kegiatan operasional secara normal. Seluruh aktivitas produksi dan operasional perusahaan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan perencanaan serta standar operasional yang berlaku,” kata perwakilan manajemen GNI dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

Manajemen GNI menegaskan pengelolaan lini produksi dalam industri merupakan hal yang dinamis dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan operasional, pemeliharaan, serta efisiensi proses.

Menyadur pernyataan dalam laman resmi perusahaan, GNI merupakan perusahaan pengolahan dan pemurnian atau smelter bijih nikel yang berdiri sejak 2019.

Perusahaan ini dimiliki oleh seorang pengusaha asal China, Tony Zhou Yuan. Selain itu, perusahaan ini juga terafiliasi dengan perusahaan baja ternama asal China, yakni Jiangsu Delong Nickel Industry Co Ltd yang dimiliki oleh Dai Guofang. Jiangsu Delong, dalam perkembangannya, tumbang akibat permasalahan finansial di China.

Peresmian PT GNI dilakukan pada 2021 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan nilai investasi sekitar US$2,7 miliar. Adanya proyek ini juga sejalan dengan ambisi program penghiliran nikel yang digaungkan pemerintah pada saat itu.

Tak pelak, proyek ini juga masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021, yang tergabung dalam proyek bersama PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Operasi PT GNI terletak di di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Dengan menggunakan teknologi pirometalurgi atau rotary kiln electric furnace (RKEF), smelter GNI memiliki kapasitas produksi 1,9 juta nickel pig iron (NPI) per tahun.

Selain itu, perusahaan menghasilkan produk feronikel yang kemudian diolah menjadi bahan baku yang digunakan untuk produksi baja nirkarat dan industri besi paduan nikel.

PT GNI juga berkolaborasi dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang merupakan anggota holding badan usaha milik negara (BUMN) sektor pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID).

Kerja sama tersebut dilakukan dengan adanya perjanjian pendahuluan atau heads of agreement (HoA) kedua perusahaan dengan 1 perusahaan lain bernama Alchemist Metal Industry Pte Ltd pada Mei 2021, yakni untuk pengembangan bisnis smelter di kawasan Konawe Utara dan Morowali Utara.

(azr/wdh)

No more pages