Logo Bloomberg Technoz

Meski begitu, MSCI menyatakan akan terus memantau perkembangan dan efektivitas reformasi tersebut dalam meningkatkan transparansi pasar dan akurasi penentuan free float, dan akan kembali melakukan penilaian pada November mendatang. 

Menurut Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar, prospek pasar saham Indonesia bergantung pada keputusan MSCI terkait pembekuat proses inklusi saham baru ke dalam indeks. 

"Jika pembekuan tersebut dicabut, saham-saham Indonesia yang memenuhi kriteria akan kembali berpeluang masuk ke indeks MSCI, sehingga berpotensi menarik arus dana pasif (passive inflows) dan memperbaiki sentimen pasar," sebut keduanya dalam catatan.  

Di sisi lain, aksi jual masih mewarnai di pasar obligasi domestik pada sebagian besar tenor. Namun, pada tenor tertentu imbal hasil tercatat turun, seperti tenor 1 tahun turun 7,1 bps ke 7,19%, lalu tenor 4 tahun turun 0,5 bps ke 7,29%, dan tenor 6 tahun turun 0,1%. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, menilai potensi arus modal keluar berpotensi berlanjut hingga November, dan bisa menyebabkan Bank Indonesia kembali mengambil langkah hawkish dengan menaikkan BI Rate.  

Sebagai catatan, pada lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin, penawaran masuk tercatat turun 0,26% menjadi Rp46,58 triliun dari sebelumnya Rp46,7 triliun. Meski begitu, pemerintah memenangkan penawaran lebih banyak 13,85% menjadi Rp30 triliun, dari posisi lelang sebelumnya yakni Rp26,35 triliun. 

(dsp/aji)

No more pages