Logo Bloomberg Technoz

Prediksi Gerak Rupiah Hari Ini di Tengah Keperkasaan Dolar

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 June 2026 08:25

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) dibuka stabil di  Rp17.958/US$, setelah kemarin sempat melemah 0,49%. Tak lama berselang, rupiah offshore mampu menguat 0,12% ke posisi Rp17.937/US$. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama masih bergerak tinggi di 101,41. Penguatan dolar AS membuat sejumlah mata uang Asia pagi ini melemah. 

Baht Thailand melemah paling dalam, hingga menyentuh level terendahnya sepanjang tahun ini. Pelemahan baht dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa selisih suku bunga antara AS dan Thailand semakin lebar. 


Won Korea Selatan juga ikut melemah bersama ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang. Hanya yuan offshore yang menguat amat terbatas 0,01%. 

Mata uang kawasan Asia (Bloomberg)

Kuatnya greenback masih membayangi pergerakan mata uang kawasan. Meski harga minyak mentah stabil di US$76,70 per barel, seiring kapal mulai melintasi jalur Selat Hormuz beberapa hari terakhir di tengah negosiasi antara AS dan Iran.