Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas di Level 6.000

Cahya Puteri Abdi Rabbi
24 June 2026 07:00

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak terbatas dan berpotensi menguji level 6.000 pada perdagangan Rabu (24/6/2026) di tengah sentimen eksternal dan hasil evaluasi terbaru MSCI yang masih membayangi pasar modal Indonesia.

Phintraco Sekuritas menilai sentimen negatif dari hasil MSCI Annual Market Classification Review berpotensi memicu tekanan lanjutan terhadap IHSG. Meski Indonesia masih dipertahankan dalam kategori Emerging Market (EM), MSCI menyoroti kekhawatiran pelaku pasar terkait kelayakan investasi di Indonesia.

Dalam laporannya, MSCI mengakui sejumlah reformasi yang telah dilakukan regulator, seperti peningkatan transparansi kepemilikan saham, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan indikator high shareholding concentration (HSC), serta kenaikan persyaratan free float minimum menjadi 15%.


Namun, MSCI menegaskan akan terus menilai konsistensi dan efektivitas implementasi kebijakan tersebut. Jika belum terlihat kemajuan yang memadai hingga peninjauan indeks pada November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk membuka konsultasi untuk reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Di sisi lain, pasar juga mencermati stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah untuk semester II/2026 senilai Rp26,34 triliun. Paket tersebut mencakup delapan program, mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi, program magang nasional, pelatihan vokasi, hingga insentif perpajakan.