Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Termurah dalam Hampir 2 Minggu, Jual atau Beli?

Hidayat Setiaji
24 June 2026 06:53

Pekerja memuat emas batangan dore ke dalam tungku di pabrik peleburan ABC Refinery di Sydney, Australia, Jumat (3/5/2024). (Brendon Thorne/Bloomberg)
Pekerja memuat emas batangan dore ke dalam tungku di pabrik peleburan ABC Refinery di Sydney, Australia, Jumat (3/5/2024). (Brendon Thorne/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia ambruk pada perdagangan kemarin. Menebalnya keyakinan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global yang cenderung ketat menjadi sentimen negatif bagi sang logam mulia.

Pada Selasa (23/6/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.098,8/troy ons. Anjlok 2,22% dari hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 10 Juni atau nyaris dua pekan terakhir.

Penyebab koreksi harga emas adalah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter. Deutsche Bank AG dan BofA Global Research merevisi perkiraan mereka, yang kini memasukkan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) pada September tahun ini.


“Perubahan proyeksi atas kebijakan Federal Reserve akibat masih kuatnya data ekonomi AS menjadi faktor utama yang membuat harga emas turun,” tulis catatan Deutsche Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Deutsche Bank memperkirakan harga emas pada kuartal III-2026 akan berada di US$ 4.300/troy ons, terpangkas lebih dari 20% dari proyeksi sebelumnya. Untuk kuartal IV-2026, harga emas diramal ke US$ 4.800/troy ons.