"Banyak materi yang diajarkan sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan dunia usaha. Sehingga lulusan membutuhkan pengalaman langsung agar siap bekerja,” tambah Bob,
Apindo juga mendorong agar pemerintah mereformasi kurikulum pendidikan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, digitalisasi, serta kebutuhan sektor industri yang terus berubah.
"Jadi kita mengimbau supaya kurikulum pendidikan di reformasi. Yang disesuaikan perkembangan di dunia usaha," jelasnya.
Sementara itu, pemerintah terus memperluas Program Magang Nasional sebagai upaya meningkatkan kesiapan kerja lulusan baru.
Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan jumlah peserta Magang Nasional 2026 mencapai 150 ribu orang, meningkat dari sekitar 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli 2026 dengan target awal sekitar 50 ribu peserta.
Data Kemnaker menunjukkan pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 1 dan Batch 2 sebelumnya telah diikuti sekitar 76 ribu peserta.
Pemerintah berharap program ini dapat menjadi jembatan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri sekaligus membantu menekan angka pengangguran, terutama di kalangan fresh graduate.
(ain)






























